Posted by: Chalim | September 12, 2009

Stratifikasi Masyarakat Jawa dan Luar Jawa

Stratifikasi sosial merupakan suatu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Terjadinya stratifikasi sosial menurut Karl Marx disebabkan oleh adanya pembagian kerja dalam masyarakat, konflik sosial, dan hak kepemilikaan pribadi. Dasar atau ukuran yang dipakai dalam menggolongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan adalah: (a) ukuran kekayaan, (b) ukuran kekuasaan, (c) ukuran kehormatan, dan (d) ukuran ilmu pengetahuan.

Dalam masyarakat Jawa yang pada umumnya berupa pedesaan stratifikasi sosial disebabkan adanya hak kepemilikan pribadi yang berhubungan dengan tanah dan didasarkan pada ukuran kekuasaan yaitu penguasaan atas tanah. Kepadatan penduduk yang sangat tinggi mendorong ke arah meluasnya penguasaan tanah secara perorangan. Dalam dua dasawarsa masyarakat Jawa khususnya daerah pedesaan mengalami perubahan-perubahan struktural dalam pola penguasaan tanah. Perubahan-perubahan tersebut melemahkan sistem kelas “horizontal” tradisional didesa, meningkatkan sistem kelas “vertikal” yang mengarah pada pembagian golongan di desa Jawa, yaitu:

  1. Kelompok penduduk desa inti (disebut baku, googol, atau pribumi), masyarakat yang sudah memiliki tanah warisan baik tanah pertanian atau rumah atau halaman dari nenek moyangnya serta mempunyai hak dan kewajiban penuh sebagai warga desa.
  2. Indung, masyarakat yang mempunyai sebidang tanah pertanian atau rumah atau halaman tetapi hak dan kewajiban komunalnya terbatas
  3. Nusup, tlosor, atau bujang, masyarakat yang tidak memiliki tanah, bertempat tinggal dihalaman orang lain, bekerja sebagai penyewa (petani bagi hasil), atau hidup menumpang dan bekerja bagi pemilik rumah yang tempat di menumpang.

Menurut Chandra Bhal Tripati, masyarakat Jawa digolongkan menjadi 5 golongan yaitu:

  1. Kuli kenceng, kelompok inti yang meliputi hamper 58% dari jumlah pemilik tanah dan para pekerja didesa
  2. Kuli kendo, merupakan calon untuk menjadi kenceng dan memiliki hak-hak yang secara komparatif kurang pasti atas tanah
  3. Gundul, memiliki tanah pertanian, tetapi tidak memiliki halaman dan pekarangan
  4. Magersari, buruh tani yang tidak memiliki tanah, tinggal dirumahnya sendiri dihalaman orang lain, dan bekerja sebagai petani bagi hasil
  5. Mondok empok,  buruh tani yang tidak memiliki tanah, tanpa rumah milik sendiri, dan hidup bersama majikannya.

Konflik kepentingan-kepentingan yang dikobarkan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan peranan masyarakat desa untuk mencapai integrasi sosial terdesak oleh ambisi dan gengsi perorangan berdasarkan kekayaan mengakibatkan perubahan-perubahan struktur kelas baru masyarakat Jawa.

  1. Golongan tuan tanah, terdiri dari para pemilik tanah lima sampai ratusan ha (sicl) yang disewakan kepada penyakap yang kebanyakan orang kaya baru dan mampu mengumpulkan tanah selama masa pendudukan Jepang dan Zaman Revolusi
  2. Petani kaya, terdiri dari para pemilik tanah (misalnya 5-10 ha) tetapi dikerjakannya sendiri, dia juga mampu menyewa buruh.
  3. Petani sedang, memiliki tanah sampai 5 ha yang digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak mempekerjakan buruh tani
  4. Petani miskin, dicirikan oleh kepemilikan tanah yang sempit (misalnya kurang dari 1 ha) yang benar-benar tidak mencukupi untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya. Sebagian besar bekerja sebagai buruh tani atau petani bagi hasil.
  5. Buruh tani tak bertanah, tidak memiliki alat-alat pertanian dan bertempat tinggal diatas tanah orang lain atau menumpang.

Perbedaan stratifikasi sosial antara komunitas orang asli dan pendatang didasarkan pada status aktor, peran, dan posisinya. Pola komunitas orang asli, kelompok yang disegani didasarkan pada posisi kepemimpinan (ketokohan) atau ukuran kehormatan dan kekuasaan atas komunitas, sedangkan untuk kelompok pendatang dilihat dari kondisi ekonominya (ukuran kekayaan).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: